Ketua Umum BRINUS Mendukung Usulan Majelis Adat Sumedanglarang tentang Gunung Tampomas
Tampomas bukan sekadar gunung. Bagi masyarakat Sumedang dan tatar Sunda, Tampomas adalah _pikukuh_ - penjaga keseimbangan alam dan budaya. Nilai _Héjo Ka Bumi_ dari Sumedanglarang harus kita rawat lewat aksi nyata, bukan hanya wacana," tegas Endri.
Sumedanglarang = kerajaan Sunda tertua. Makna namanya:
*Sumedang* dari _Insun Medal, Kade Aing_ = "Aku lahir, hati-hati"
*Larangan* = wilayah keramat yang dijaga adabnya
*Peran & Fokus:*
1. *Pelestari Adat*: Jaga tradisi, upacara adat, kalender Sunda, aturan _pikukuh_
2. *Pembina Moral*: Ajarkan _silih asah, silih asih, silih asuh_ + adab _cageur, bageur, bener, pinter, singer_
3. *Penjaga Sejarah*: Dokumentasi naskah, pusaka, silsilah kerajaan
4. *Penghubung Masyarakat*: Jembatan nilai leluhur dengan kehidupan kini
*Nilai Dasar:* _Pikukuh Tilu, Loka Laksana, Tata Titi Tentrem, Hade Ka Sémah, Héjo Ka Bumi_
*Kegiatan Khas:* Seren Taun, Mapag Sri, Ngabersihan Pusaka, Saur Seh, Pendidikan Adab
*Benang Merah Kolaborasi*
*BRINUS*: "Mengabdi untuk Nusantara" → Aksi nyata, informasi sehat. Adat + Adab → Akar budaya bangsa
"BRINUS siap bersinergi. Adat dijaga Majelis, ruhani dikuatkan zikir, aksi sosial dikawal BRINUS. Ini 3 pilar buat jaga Tampomas dan jaga Indonesia," tambah Endri. Disampaikan di Jakarta didampingi Kang Iman Sugiaman Sesepuh BRINUS Sumedang .
BRINUS mengajak seluruh elemen masyarakat, pegiat lingkungan, dan generasi muda Sumedang untuk ikut merawat Tampomas sesuai _pikukuh_ leluhur. (red)
Komentar
Posting Komentar