Majelis Zikir Thoriqoh Sadzaliyah Nurul Huda Halim Jakarta hadiri Halal Bihalal Wisata Religi Matangaji - Cirebon

Desa Matangaji 29/03/2026 – Situs Keramat Sultan Syafiudin Matangaji di wilayah Pedaleman, Desa Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon dan upaya revitalisasi situs bersejarah tersebut dan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat Cirebon.

Halal Bihalal diadakan sebagai Gerakan Penyelamatan Situs Bersejarah sebagai Program penyelamatan situs oleh Kesultanan Kesepuhan Cirebon dan Perangkat Desa serta berbagai elemen masyarakat, tokoh agama, serta pegiat budaya. 

Sejumlah organisasi yang turut bergabung dalam gerakan ini antara lain :
* Yayasan Sultan Sepuh IV Zaenudin Amirsena
* Yayasan Pangageng Kanjeng Pangeran
* Brigade Nusantara (BRINUS)
* Padepokan Nur Giri Sapta Rengga

Upaya revitalisasi ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi situs sebagai pusat sejarah, spiritual, serta budaya masyarakat setempat. Situs Alami yang Menjadi Tempat Ziarah

Situs Keramat Sultan Syafiudin Matangaji dikenal memiliki lingkungan yang masih alami dengan suasana pedalaman pedesaan yang sejuk dan pepohonan rindang. Kondisi ini membuat banyak peziarah merasa nyaman saat berkunjung untuk berdoa, melakukan ritual, maupun meditasi di lokasi yang diyakini sebagai bekas pertapaan. Didalam kawasan situs terdapat berbagai peninggalan bersejarah yang hingga kini masih dapat ditemukan, di antaranya :
* Sumur Keramat
* Telaga alami
* Tempat latihan prajurit
* Pembuatan senjata Pusaka
* Tempat pertapaan atau meditasi
* Area Sultan mengajar para santri dan melakukan ritual

Acara Halal Bihalal Matangaji dihadiri berbagai tokoh diantaranya :

Raden Entol Rahmat Supardie : Pelestarian Situs sejarah tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga membuka peluang masa depan bagi masyarakat sekitar, terutama jika kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata religi.

KPH Ian Toni Taufik Tondonagoro menyampaikan bahwa amanah yang diberikan oleh Kesultanan Cirebon merupakan tanggung jawab besar dalam menjaga warisan sejarah agar tidak hilang.

Endri Hendra Permana selaku Ketua Umum BRINUS Brigade Nusantara menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung langkah revitalisasi tersebut bersama masyarakat dan tokoh budaya.

Kades Matangaji : Kami berharap upaya ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Situs ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang penting bagi masyarakat,” dan “Harapan kami, tempat ini bisa kembali hidup, terawat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta generasi mendatang,” dan Langkah diharapkan menjadi awal dari gerakan besar pelestarian situs sejarah di Cirebon agar warisan leluhur tetap terjaga dan dikenal oleh generasi muda. (red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KETUM BRINUS pimpin Rapat Pleno Konsolidasi Pengurusan BRITARI (Brigade Tiara Indonesia) Tahun 2025-2030

Ketua Umum BRINUS Ingatkan Pemerintah, Program Koperasi Merah Putih Perlu Penguatan Tata Kelola dan Transparansi