SEKJEN DPN BRINUS - H. Ibrahim SH,MH : Membumikan Pancasila dalam Tindakan Nyata untuk Persatuan Bangsa dan Perdamaian Dunia
Paseban - Jakarta, 01 Juni 2026 – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, Sekretaris Jenderal DPN BRINUS, H. Ibrahim, SH, MH menyampaikan refleksi mendalam mengenai pentingnya mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pria yang akrab disapa Haji Bram tersebut menegaskan bahwa tanggal 1 Juni bukan sekadar penanda lahirnya sebuah ideologi bangsa, melainkan momentum untuk kembali meneguhkan jati diri Indonesia sebagai bangsa yang besar dan majemuk.
"Tanggal 1 Juni bukan sekadar angka di kalender yang menandai kelahiran sebuah ideologi. Lebih dari itu, tanggal ini adalah momen untuk menatap kembali akar dari segala jati diri kita sebagai bangsa. Di tahun 2026 ini, ketika dunia bergerak semakin cepat, penuh dengan perbedaan pendapat, gesekan kepentingan, dan keragaman yang kadang terasa memisahkan, pesan 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia' hadir bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai napas kehidupan yang kita butuhkan," ujar Haji Bram kepada media.
Menurutnya, Pancasila lahir dari kesadaran para pendiri bangsa bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dijaga dan dirawat bersama. Di tengah ratusan suku, ribuan bahasa, serta berbagai agama dan keyakinan, Pancasila menjadi landasan kokoh yang menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia.
Sebagai pemersatu bangsa, lanjut Haji Bram, Pancasila merupakan perekat yang kuat namun tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan.
"Pancasila mengajarkan kita bahwa perbedaan itu wajar, bahkan indah. Keteguhan kita pada nilai-nilai Pancasila membuat bangsa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan dan ujian sejarah.
Kekuatan bangsa ini terletak pada gotong royong dan rasa saling memiliki. Kita adalah satu keluarga besar meskipun memiliki latar belakang, budaya, dan cara pandang yang berbeda-beda," jelasnya.
Lebih lanjut, Haji Bram menekankan bahwa makna Pancasila tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga memiliki nilai universal yang dapat menjadi inspirasi bagi perdamaian dunia. Sejalan dengan tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026, yaitu "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai mampu menjawab berbagai tantangan global saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Bram didampingi oleh Ketua Departemen Kepemudaan DPN BRINUS, Wahyu Syakhala, S.STP., M.M.. Keduanya menyoroti berbagai persoalan dunia yang masih diwarnai konflik, egoisme kekuasaan, fanatisme sempit, serta ketimpangan sosial yang menciptakan jarak antarmanusia.
"Dunia hari ini sering kali terbelah oleh egoisme kekuasaan, fanatisme sempit, dan ketimpangan yang menciptakan jarak antarmanusia.
Di sinilah Pancasila hadir menawarkan solusi yang beradab. Filosofi Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan, melainkan anugerah untuk saling melengkapi," ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Haji Bram mengajak seluruh kader dan keluarga besar BRINUS untuk tidak hanya memahami Pancasila sebagai dasar negara, tetapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap toleransi, gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap sesama.
Menutup wawancara, Haji Bram menyampaikan ucapan selamat Hari Lahir Pancasila kepada seluruh rakyat Indonesia.
"Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam setiap tindakan dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Salam Pancasila!" ucapnya sambil mengangkat tangan sebagai simbol Salam Pancasila.
Dengan semangat Hari Lahir Pancasila 2026, BRINUS menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam membumikan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya Indonesia yang maju, bersatu, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.
Komentar
Posting Komentar