Dicky Setiawan SE WAKETUM DPN BRINUS : Semangat Idul Fitri Dinilai Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Harmoni Sosial

Jakarta, 19 Maret 2026 – WAKETUM DPN BRINUS Brigade Nusantara Dicky Setiawan SE menegaskan bahwa semangat Hari Raya Idul Fitri memiliki makna penting dalam menjaga persatuan dan harmoni sosial di Indonesia disampaikan saat diwawancara Media dampingi Waketum DPN BRINUS H. Ibrahim, SH, MH dan SEKJEN DPN BRINUS Ebo Setyo Indarto ST di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Idul Fitri merupakan momentum yang tepat untuk mengukuhkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial melalui silaturahim, memperkuat toleransi, serta meningkatkan kepedulian antar warga,” Tradisi yang melekat dalam Idul Fitri seperti saling memaafkan, mudik, hingga open house menjadi sarana efektif dalam membangun ikatan yang lebih kuat di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Senada dengan itu, Waketum DPN BRINUS H. Ibrahim, SH, MH menilai bahwa nilai-nilai Idul Fitri merupakan cerminan nyata dari kemanusiaan yang menjunjung tinggi kebersamaan dan kepedulian sosial. “Melalui tradisi silaturahim, zakat fitrah, serta praktik mudik dan open house, Idul Fitri menjadi momentum strategis untuk merajut keutuhan dan harmoni sosial,” ungkapnya. Perayaan Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan spiritual, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam memperkokoh persatuan bangsa.

Sementara itu, SEKJEN DPN BRINUS Ebo Setyo Indarto SE menambahkan bahwa salah satu pilar utama Idul Fitri adalah tradisi silaturahim yang mampu mempererat hubungan antarmasyarakat. “Selama hari raya, masyarakat saling mengunjungi, berbagi, dan saling memaafkan. Ini menciptakan ikatan yang lebih erat, tidak hanya dalam keluarga tetapi juga antar kelompok masyarakat,” jelasnya bahwa tradisi mudik dan open house membuka ruang pertemuan lintas golongan dan lintas agama, sehingga memperkuat dialog serta toleransi antarumat beragama. Selain itu, semangat berbagi melalui zakat fitrah dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian sosial. Menurutnya, hal tersebut tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan mengingatkan bahwa Idul Fitri juga menjadi momen refleksi bagi seluruh masyarakat. Di tengah berbagai dinamika dan potensi konflik sosial, Idul Fitri mengajarkan pentingnya toleransi, pengertian, dan dialog. Dengan semangat ini, masyarakat diharapkan mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana demi menjaga keutuhan bangsa,” pungkasnya. (red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Majelis Zikir Thoriqoh Sadzaliyah Nurul Huda Halim Jakarta hadiri Halal Bihalal Wisata Religi Matangaji - Cirebon

KETUM BRINUS pimpin Rapat Pleno Konsolidasi Pengurusan BRITARI (Brigade Tiara Indonesia) Tahun 2025-2030

Brigade Nusantara (BRINUS) adakan Rapat Pleno Pengurus DPN BRINUS 2026-2031 Jelang Agenda RAKERNAS BRINUS